GAYA
BELAJAR
A.
PENGERTIAN
Gaya belajar
merupakan sesuatu yang sangat penting dan sangat menentukan bagi siapapun dalam
melaksanakan tugas belajarnya baik di rumah, di masyarakat, terutama di
sekolah. Siapapun dapat belajar dengan lebih mudah, ketika ia menemukan gaya
belajar yang cocok dengan dirinya sendiri.
Setiap orang pasti
memiliki gaya belajar yang berbeda-beda.Gaya artinya sikap, gerakan, tingkah
laku, sikap yang elok, gerak gerik yang baik, untuk berbuat baik. Sedang
belajar yaitu pengalaman dalam proses memperoleh ilmu pengetahuan, baik melalui
membaca, mengobservasi dan eksperimen secara sadar dan terencana. Belajar juga
diartikan proses perubahan tingkah lakun dan kemampuan dari akibat usaha
latihan secara terus menerus (istiqamah).
Gaya belajar merupakan kebiasaan
yang dilakukan seseorang untuk memahami, menghayati, mempraktikkan ilmu yang
dipelajari. Gaya
belajar juga merupakan cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima
informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut. Munculnya
gaya belajar pada diri sesorang, karena dorongan potensi atau kemampuan yang
dominan pada dirinya yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kebiasaan, serta
ilmu pengetahuan dan teknologi.
Gaya belajar setiap orang dipengaruhi oleh faktor
alamiah (pembawaan) dan faktor lingkungan . Jadi ada hal-hal tertentu yang tidak
dapat diubah dalam diri
seseorang bahkan dengan latihan sekalipun. Tetapi ada juga hal-hal yang dapat
dilatihkan dan disesuaikan dengan lingkungan yang terkadang justru tidak dapat
diubah.
Mengenali gaya belajar sendiri, belum tentu membuat Anda
menjadi lebih pandai. Tapi dengan mengenali gaya belajar, Anda akan dapat
menentukan cara belajar yang lebih efektif. Anda tahu bagaimana memanfaatkan
kemampuan belajar secara maksimal, sehingga hasil belajar Anda dapat optimal.
B.
JENIS BELAJAR
Menurut M.
Gagne, seperti dalam karyanya "The Conditions of Learning",
jenis belajar dapat dikategorikan menjadi lima hal:
1. Belajar Informasi Verbal. Yaitu
belajar untuk memperoleh pengatahuan yang dimiliki dengan bentuk bahasa lisan
atau tulisan. Misalnya, melalui Cap Nama seperti; buku, majalah, tabloid, dll.
dan melalui data/fakta seperti kenyataan yang tertulis dalam Dasar Negara
Indonesia (Pancasila), Kalau dihubungkan dengan teorinya Bloom, maka jenis
belajar ini lebih mengarah pada pembentukan ingatan atau intelektual yang turut
mempengaruhi cara pandang hidup seseorang. Informasi verbal mudah
diterima/didapat melalui interaksi komunikasi dengan saluran-saluran yang
tersedia seperti yang cakup di atas.
2. Belajar Kemahiran Intelektual.
Yaitu kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan disekitarnya melalui
saluran persep, konsep, kaidah dan prinsip. Persep ialah hasil mental dari
pengamatan terhadap objek/benda. Konsep ialah satuan arti yang mewakili
sejumlah benda/objek yang memiliki ciri-ciri yang sama. Kaidah ialah
pengungkapan dari hubungan antara beberapa konsep. Prinsip ialah kombinasi dari
beberapa kaidah, yang lebih tinggi dan lebih kompleks.
3. Belajar pengaturan kegiatan
kognitif/intelektual. Yaitu kemampuan untuk mengatur kegiatan aktivitas
inteleknya sendiri.
4. Belajar ketrampilan motorik.
Yaitu belajar yang melibatkan keterampilan, serangkaian gerakan tubuh secara
terpadu.
5. Belajar sikap. Yaitu belajar
untuk melatih diri berperilaku/bersikap secara baik melalui pemahaman,
penghayatan, dan pengamalan.
Secara umum, gaya belajar dapat
dipetakan sebagai berikut:
1. Gaya Belajar
Siswa pada Permulaan belajar (Field Dependence x Field independence)
a. Field
dependence yaitu gaya belajar siswa yang mau memulai belajar apabila ada
pengaruh atau perintah dari orang lain (orangtua/guru). Model gaya seperti ini
berdampak pada kepatuhan terhadap perintah, atau akan melahirkan budaya
otoriter.
b. Field
independence yaitu gaya belajar yang dilakukan secara mandiri, tanpa harus
dipaksa orang lain. Gaya otonom ini atas dasar kepuasan, kebutuhan dan
kesadaran yang tinggi bahwa belajar merupakan kewajiban yang harus dilakukannya
sendiri.
2. Gaya Belajar Siswa dalam Menerima
Pelajaran
a. Gaya Belajar
Preceptive yaitu kecenderungan siswa dalam menerima pelajaran/informasi atau
mengumpulkan informasi dalam belajar dilakukan dengan beraturan sebab akibat.
b. Gaya belajar
Receptive yaitu kecenderungan siswa dalam menerima pelajaran dilakukan dengan
menerima informasi tanpa berusaha untuk membulatkan/mengorganisir konsep-konsep
informasi yang diterimanya.
3. Gaya Belajar
Siswa dalam Menyerap Pelajaran
a. Gaya Belajar
Impulsif yaitu cara belajar siswa dalam menyerap pelajaran cenderung dengan
cepat-cepat mengambil keputusan tanpa memikirkan secara mendalam untuk memahami
konsep-konsep informasi yang telah diterimanya.
b. Gaya Belajar
Reflektif yaitu cara belajar siswa dalam menyerap pelajaran melalui
pertimbangan, memikirkan semua kosep informasi yang telah diterimanya terlebih
dahulu sebelum mengambil keputusan/dipahami.
4. Gaya Belajar
Siswa dalam Memecahkan Pelajaran
a. Gaya Belajar
Intuitif yaitu cara siswa memecahkan masalah/menjawab pertanyaan dilakukan
hanya secara intuisi atau menurut perasaan saja.
b. Gaya belajar
Sistematis yaitu cara siswa mengerjakan pertanyaan dengan melihat struktur
masalahnya, mengumpulkan bahan, dan menetapkan alternatif jawaban yang paling
tepat untuk menjawab masalah.
C. HAL-HAL YANG
MEMPENGARUHI CARA BELAJAR SESEORANG
Rita Dunn, seorang
pelopor gaya belajar banyak menemukan variabel yang mempengaruhi cara belajar
seseorang yaitu: mencakup faktor-faktor fisik, emosional, sosiologis dan
lingkungan. Misalnya: ada sebagian orang dapat belajar dengan baik jika cahaya
terang, sedang sebagian yang lain dengan cahaya suram. Dan ada yang senang bila
belajar secara berkelompok, sedang yang lain senang memilih figur otoriter,
seperti orangtua, atau guru, dan yang lain lagi senang dan lebih efektif bila
belajar secara sendiri. Juga ada yang belajar dengan mendengar musik sebagai
latar belakang, sedang yang lain tidak dapat konsentrasi, kecuali dalam suasana
sepi. Bahkan ada yang belajar dengan lingkungan yang teratur dan rapi, tetapi
lebih suka menggelar segala sesuatunya agar semua terlihat.
D.
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KONSENTRASI BELAJAR
a.
Suara
Tiap orang mempunyai reaksi yang
berbeda terhadap suara. Ada yang menyukai belajar sambil mendengarkan musik
keras, musik lembut, ataupun nonton TV. Ada juga yang suka belajar di tempat
yang ramai, bersama teman. Tapi ada juga yang tidak dapat berkonsentrasi kalau
banyak orang di sekitarnya. Bahkan bagi orang tertentu, musik atau suara apapun
akan mengganggu konsentrasi belajar mereka. Mereka memilih belajar tanpa musik
atau di tempat yang mereka anggap tenang tanpa suara. Namun, beberapa orang
tertentu tidak merasa terganggu baik ada suara ataupun tidak. Mereka tetap
dapat berkonsentrasi belajar dalam keadaan apapun.
b.
Pencahayaan
Pencahayaan merupakan faktor yang pengaruhnya kurang begitu
dirasakan dibandingkan pengaruh suara. Mungkin karena relatif mudah mengatur
pencahayaan sesuai dengan yang Anda butuhkan.
c.
Temperatur
Pengaruh temperatur terhadap
konsentrasi belajar pada umumnya juga tidak terlalu dipermasalahkan orang.
Namun, Anda perlu mengetahui bahwa reaksi tiap orang terhadap temperatur
berbeda. Ada yang memilih belajar di tempat dingin, atau sejuk; sedangkan orang
yang lain memilih tempat yang hangat.
d.
Desain
Belajar
Jika Anda sedang membaca, menulis,
atau meringkas modul yang membutuhkan konsentrasi, coba perhatikan, apakah Anda
merasa lebih nyaman untuk melakukannya sambil duduk santai di kursi, sofa,
tempat tidur, tikar, karpet atau duduk santai di lantai? Jika salah satu cara
tersebut merupakan cara yang membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi
untuk belajar, maka mungkin Anda termasuk orang yang membutuhkan desain
informal atau cara belajar tidak formal yang santai.
Jika Anda termasuk tipe yang
membutuhkan desain formal, maka mungkin Anda lebih mudah
berkonsentrasi jika belajar dengan kursi dan meja belajar. Lengkapi tempat
belajar Anda dengan kalimat-kalimat positif, foto, gambar, atau jadwal belajar
yang dapat meningkatkan semangat belajar Anda. Yang penting, sesuaikan dengan
tipe Anda, baik tipe informal maupun tipe formal.
E. ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIKENALI DALAM KESIAPAN BELAJAR
Tahukah Anda, apa saja yang menjadi aspek kesiapan belajar?
Aspek-aspek tersebut merupakan pilihan. Ada orang yang cocok dengan aspek ABC,
sedangkan yang lain lebih cocok dengan aspek XYZ. Yang penting adalah Anda mengenali
aspek yang menjadi penentu kesiapan belajar Anda. Jika Anda mengenalnya, Anda
dapat mempersiapkan diri secara maksimal. Adapun aspek kesiapan belajar
tersebut:
a. Motivasi
Motivasi tiap orang untuk belajar berbeda-beda. Motivasi
sudah ada pada saat seseorang akan melakukan sesuatu, namun mungkin tidak Anda
sadari. Anda perlu mengetahui apa sebenarnya motivasi belajar Anda. Atau bisa
juga lebih khusus, misalnya apa motivasi Anda untuk mengambil matakuliah
tertentu. Motivasi
menggerakkan Anda untuk mencapai tujuan.
b. Keteraturan/ketekunan
Dalam mempelajari buku-buku, maka orang yang mempunyai
ketekunan tinggi akan berusaha membacanya sampai selesai secara teratur. Mereka
akan merasa terganggu kalau suatu topik bahasan yang mereka baca belum
terselesaikan. Sedangkan orang yang memiliki ketekunan rendah, mudah kehilangan
minat untuk belajar. Mereka tidak merasa terganggu jika mereka tidak selesai
membaca buku seluruhnya. Bagi tipe ini, mungkin tugas belajar yang cocok bagi
mereka adalah tugas-tugas kecil yang termasuk "short assignment".
Cobalah membaca buku sedikit demi sedikit sambil diselingi kegiatan lain,
seperti membuat ringkasan, atau mengerjakan tes formatif. Dengan cara memecah
tugas belajar seperti itu, diharapkan Anda akan tetap termotivasi dalam
menyelesaikan tugas jangka panjang, yaitu membaca buku secara keseluruhan.
c. Beban Tugas
Tebalnya buku yang harus Anda pelajari seringkali mematahkan
semangat untuk belajar. Namun bagi mahasiswa tertentu, semakin tebal atau
banyak buku yang harus dibaca, semakin bersemangat dalam belajar. Di sisi lain,
ada tipe orang yang justru menganggap berat untuk membaca buku yang banyak dan
tebal. Mereka cenderung termotivasi jika beban belajar sedikit. Jika Anda
termasuk yang alergi terhadap buku yang tebal, maka Anda dapat mencoba untuk
membuat tugas membaca buku menjadi "short assignment" seperti pada
aspek ketekunan. Buat jadwal membaca buku yang tidak terlalu panjang. Bacalah
buku sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah memecah beban tugas menjadi
bagian kecil sesuai dengan tipe Anda untuk menjaga semangat belajar.
Jika Anda termasuk tipe kombinasi, maka Anda dapat menggabungkan
kiat-kiat belajar dari kedua tipe yang lain.
d. Terstruktur/tidak terstruktur
Mahasiswa tertentu memilih belajar dengan cara/aturan yang
terstruktur.Misalnya, belajar dengan jadwal belajar yang teratur, membuat
sistem kontrak dalam belajar, atau membutuhkan pengarahan yang rinci dari dosen
maupun orang-orang yang lebih tahu. Sebaliknya, Anda mungkin merasa terbebani
bila harus membuat jadwal belajar. Jika ini terjadi, Anda mungkin termasuk tipe
orang yang tidak terstruktur. Anda tidak perlu merasa bersalah bila Anda justru
tidak suka membuat jadwal belajar yang teratur. Anda tetap dapat membuat jadwal
belajar dengan gaya Anda sendiri.
Aspek
kesiapan belajar dapat berkombinasi satu sama lain. Mungkin saja Anda adalah
orang yang merasa tertantang jika melihat buku yang tebal dan banyak, Anda memilih sering membaca buku tetapi
sedikit demi sedikit. Ada masa tertentu mungkin Anda suka membuat jadwal yang
terstruktur, tapi melaksanakannya secara tidak terstruktur. Oleh karena
itu............
·
Kenali kesiapan belajar
Anda.
·
Tentukan bagaimana Anda
harus mengelola belajar Anda !
F.
MACAM-MACAM
GAYA BELAJAR
Gaya
belajar terdiri dari dua bagian, yaitu gaya belajar yang bersifat eksternal dan
internal. Gaya belajar yang bersifat eksternal bergantung pada materi atau
media dari luar diri kita sebagai sumber informasi.Sedangkan gaya belajar yang
bersifat internal bergantung pada kemampuan kita dalam mengolah pikiran dan
imajinasi.
Michael Grinder, pengarang Righting Education
Conveyor Belt, mencatat ada tiga modalitas belajar yaitu Visual, Auditorial dan
Kinestik.
Pada umunya orang jarang menggunakan
hanya satu gaya belajar . Jarang ada orang yang hanya belajar hanya secara
visual, atau hanya secara auditorial, atau hanya secara kinestetik. Biasanya
akan ada kombinasi antara visual,dan auditori atau auditori dan kinestetik atau
bahkan kombinasi antara ketiga gaya belajar ini. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa jumlah orang yang belajar secara Visual 27 %, Auditori 34 % dan
kinestetik 39 %.
1. VISUAL (Visual Learners)
Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman
penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu
agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau
melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.
Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang
menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan
melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau
memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga
memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat
memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima
terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran
secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata
atau ucapan.
2.
Bukan
pendengar yang baik saat berkomunikasi
3.
Saat
mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman
lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
4.
Tak
suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain.
Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
5.
Kurang
mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
6.
Lebih
suka peragaan daripada penjelasan lisan
7.
Dapat
duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu
2. AUDITORI (Auditory Learners )
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk
bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan
pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya,
kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi
itu. Karakter
pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa
diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan
untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan
menulis ataupun membaca.
Ciri-ciri gaya belajar Auditori
yaitu :
1. Mampu mengingat dengan baik
penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/
kelas
2. Pendengar ulung: anak mudah
menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio
3. Cenderung banyak omong
4. Tak suka membaca dan umumnya memang
bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru
saja dibacanya
5. Kurang cakap dalm mengerjakan tugas
mengarang/ menulis
6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi
dengan orang lain
7. Kurang tertarik memperhatikan
hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya
papan pengumuman di pojok kelas, dll
3. KINESTETIK (Kinesthetic Learners)
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic
Learners) mengharuskan individu yang
bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa
mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak
semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan
sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya
dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya ini bisa menyerap
informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik
yaitu :
2. Sulit berdiam diri atau duduk manis,
selalu ingin bergerak
3. Mengerjakan segala sesuatu yang
memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan
sambil tangannya asyik menggambar
4. Suka menggunakan objek nyata sebagai
alat bantu belajar
5. Sulit menguasai hal-hal abstrak
seperti peta, symbol dan lambing
6. Menyukai praktek/ percobaan
7. Menyukai permainan dan aktivitas
fisik
G. GAYA
BELAJAR EFEKTIF
Setiap orang pasti
mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa
dipilih untuk belajar secara efektif. Nah, berikut menjelaskan tujuh gaya belajar yang
mungkin beberapa diantaranya bisa di terapkan pada diri kita :
1. Belajar
dengan kata-kata.
Gaya ini bisa kita
mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti
bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan
karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya
dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.
2. Belajar
dengan pertanyaan.
Bagi sebagian orang,
belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermain
dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan.
Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil
akhir atau kesimpulan.
3. Belajar
dengan gambar.
Ada sebagian orang yang
lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide,
video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan
tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan,
merangkai dan membaca kartu.
4. Belajar
dengan musik.
Detak irama, nyanyian,
dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan
musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara
mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup.
Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara
mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi
yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik
bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti
apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas
cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik
pada kurun waktu tertentu.
5. Belajar
dengan bergerak.
Gerak manusia,
menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan
adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah
memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari,
olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba
belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari
atau berolahraga.
6. Belajar
dengan bersosialisasi.
Bergabung dan membaur
dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara
cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara
cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara
ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.
7. Belajar
dengan Kesendirian.
Ada sebagian orang yang
gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk
mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang
terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi
akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.
REFERENSI
Adi W.
Gunawan.2003. Genius Learning Strategi.Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar